Connect with us

Hiburan

Guns N’Roses Siap Gelar Konser di GBK November Mendatang

Published

on

Guns N' Roses, adalah kelompok musik hard rock dari Amerika Serikat.

Femme.id, Jakarta – Grup musik Guns N’ Roses siap menggelar konser mereka di stadion ikonik Gelora Bung Karno (GBK) pada 8 November mendatang, ungkap pihak promotor konser.

UnUsUaL Entertainment & TEM mengumumkan bahwa penjualan tiket konser pre-sale akan mulai dibuka pada 27 Juni 2018 di laman resmi mitra tiket BookMyShow.

Sebelumnya, penggemar bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu di laman itu untuk mengetahui harga tiket khusus untuk pre-sale, menurut siaran pers BookMyShow, Senin (11/6/2018).

Guns N’ Roses yang terdiri atas Axl Rose (vocal, piano), Duff McKagan (bass), Slash (lead guitar), Dizzy Reed (keyboard), Richard Fortus (rhythm guitar), Frank Ferrer (drums) dan Melissa Reese (keyboard) itu kembali menyambangi penggemar di Indonesia dalam rangkaian “Not In This Lifetime Tour”.

Rolling Stone menyebut “Not In This Lifetime Tour” grup tersebut sebagai kemenangan kembalinya salah satu band penting dalam sejarah band musik rock.

Terbentuk tahun 1985, Guns N’ Roses mengeluarkan debut album studio “Appetite for Destruction” tahun 1987. Album itu menjadi album terlaris di Amerika Serikat, terjual 30 juta kopi di seluruh dunia. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hiburan

YouTube Hapus Trailer “The Nun” Karena Terlalu Seram

Published

on

Trailer terbaru dari film "The Nun" spin-off kedua "The Conjuring" setelah "Annabel: The Creation."

Femme.id, Jakarta – YouTube menghapus trailer terbaru dari film “The Nun” setelah situs itu menganggapnya terlalu menyeramkan dan melanggar aturan situs.

Di trailer itu, selama enam detik suaranya kian mengecil hingga menghilang sebelum akhirnya sang Biarawati atau Nun muncul untuk menakut-nakuti penonton di siang bolong.

“Kami menghargai perbedaan dan menghormati orang lain, dan kami berjuang menghindari untuk menyinggung atau mengagetkan penonton dengan iklan atau website atau aplikasi yang tak cocok dengan iklan jaringan kami,” kata YouTube dalam sebuah pernyataan.

“The Nun” adalah film spin-off kedua “The Conjuring” setelah “Annabel: The Creation.”

Trailer pertamanya sudah diluncurkan awal tahun ini, lengkap dengan sinopsis mengerikan:

“Saat seorang biarawati muda di sebuah biara terpencil di Rumania bunuh diri, seorang pendeta dengan masa lalu yang mengerikan dan seorang novisiat di ambang kaul kekalnya dikirim oleh Vatikan untuk melakukan penyelidikan. Bersama-sama mereka menyingkap rahasia.”

“Bukan hanya mempertaruhkan nyawa mereka tetapi juga iman mereka, mereka menghadapi kekuatan jahat dalam bentuk biarawati setan yang sama yang pertama kali meneror para penonton di The Conjuring 2, ketika biara menjadi medan pertempuran yang mengerikan antara yang hidup dan yang terkutuk,” NME. (ida)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Hiburan

Riri Riza Sadar Tak Semua Film Bisa Capai Jutaan Penonton

Published

on

Mohammad Rivai Riza atau yang lebih dikenal dengan nama Riri Riza adalah seorang sutradara, penulis naskah Indonesia.

Femme.id, Jakarta – Tidak semua film Indonesia yang diputar di bioskop mendapat jutaan penonton. Hal ini disadari betul oleh sutradara kenamaan, Riri Riza.

“Warkop DKI Reborn”, “Dilan 1990”, “Danur”, “Ayat-Ayat Cinta” dan “Ada Apa Dengan Cinta” adalah beberapa contoh dari film Indonesia yang memiliki jumlah penonton di atas satu juta. Apakah semua film yang dirilis bisa meraih angka serupa? Tentu tidak. Ada banyak hal yang menentukannya.

BACA JUGA : Film Dinilai Sebagai Aset Diplomasi yang Paling Efektif

Pemilihan pemain, jalan cerita dan genre juga menjadi faktor penentu jumlah penonton. Riri Riza pun tahu pasti akan hal ini. Dia juga mengatakan bahwa produser film juga harus tahu bahwa film bertema sejarah, biografi atau budaya bukanlah film yang bisa dikomersilkan.

“Kita sebagai produser harus tahu betul bahwa tidak semua film bisa ditonton masyarakat luas. Seperti ‘Soegieja” penontonnya tidak bisa seperti ‘Ayat-Ayat Cinta”. Tapi sebagai produser, kita juga harus bisa melihat bahwa film seperti ini diputar outlet lain, festival misalnya atau tempat lain selain bioskop,” jelas sutradara “Kulari ke Pantai” itu saat berbincang di Jakarta.

Permasalah seperti di atas tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi hampir di semua negara. Oleh karena itu, produser pun dituntut harus jeli membaca pasar.

“Di mana pun Singapura, Hong Kong dan lainnya, punya kesadaran bahwa pasar itu beragam. Memang begitu, film tertentu hanya bisa diputar di tempat tertentu. Misalnya film Mohammad Hatta kalau diputar di bioskop, memang laku? Pasti ngebosenin. Tapi kalau diputar di fakultas ekonomi, baru sesuai karena bicara tentang konsep ekonomi,” papar dia.

Dengan perkembangan teknologi, Riri mengatakan bahwa bioskop bukanlah satu-satunya tempat untuk memasarkan film. Banyak channel lain, salah satunya aplikasi digital.

“Ini era yang baru, kita tidak perlu nonton di satu channel. Bioskop sudah bukan jadi media film satu-satunya,” tandas Riri. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Hiburan

Livi Zheng akan Terus Bawa Unsur Indonesia di Setiap Karyanya

Published

on

Livi Zheng, adalah seorang Sutradara muda Indonesia yang telah masuk industri film Hollywood.

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Memiliki karir di Hollywood, tidak membuat Livi Zheng lupa akan Indonesia. Justru, dia semakin getol memperkenalkan Tanah Air melalui karya-karyanya.

Sutradara film “Brush with Danger” ini mengungkapkan bahwa dia akan selalu memasukkan unsur budaya Indonesia di filmnya. Agar tersebut dilakukan agar Indonesia dikenal oleh khalayak internasional.

BACA JUGA : Livi Promosikan Gamelan dalam Film Hollywood

“Kalau ngomong film ‘Avatar’, orang tahunya pasti filmnya saja. Padahal di musiknya ada unsur gamelannya. Sayang banget ketika ngomongin gamelan, enggak ada yang tahu kecuali yang bekerja di bidang musik,” ucap Livi dalam bincang-bincang di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Wanita kelahiran 3 April 1989 itu, menambahkan “Orang di sana harus tahu kalau gamelan itu dari Indonesia. Makanya saya bikin film layar lebar tentang gamelan ini.”

Bagi Livi, memperkenalkan Indonesia adalah sebuah keharusan. Dia sangat bangga ketika ada orang luar negeri yang menyebutnya sebagai sutradara dari Indonesia.

“Di industri film belum banyak orang Asia dan perempuan. Waktu saya dengan bangganya bilang, ‘Saya orang Indonesia’. Ternyata banyak yang belum tahu Indonesia. Mereka tahunya Bali, dan Indonesia itu adalah Bali,” ujar Livi.

Livi pun semakin bertekad untuk terus membawa Indonesia dalam setiap karya yang dihasilkan.

“Sejak awal karir saya, saya selalu mau syuting di Indonesia dan memakai unsur-unsur Indonesia. Karena Indonesia itu sangat amazing,” tandasnya. (mar)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.