Home / Tak Berkategori

Dunia Anak adalah Dunia Imajinasi, Bebas tapi Harus Diarahkan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 23 November 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di dalam imajinasi seorang anak mereka bebas menjadi apa pun yang seakan nyata bagi mereka. /pixabay.com/sasint.

Di dalam imajinasi seorang anak mereka bebas menjadi apa pun yang seakan nyata bagi mereka. /pixabay.com/sasint.

Femme.id – Dunia anak berbeda dengan dunia orang dewasa. Terkadang kita lupa memahami dunia anak. Yang membuat kita memaksa kehendak kita untuk mereka. Anak adalah titipan yang kelak akan diminta pertangungjawaban.

Dunia anak adalah dunia imajinasi. Di dalam imajinasi seorang anak mereka bebas menjadi apa pun yang seakan nyata bagi mereka. Kadang mereka berhayal menjadi tokoh super hero penyelamat dunia.

Seperti superman,dll. Tokoh-tokoh dalam film tersebut membentuk pola prilaku mereka. Mulai dari topeng, baju, gaya bicara. Hal tersebut menjadi panutan bagi anak-anak. Karena bagi seorang anak menjadi tokoh-tokoh yang mereka tirukan adalah kebanggaan yang luar biasa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang menjadi pertanyaan kita apakah itu salah. Ketika seorang anak mencontohkan aku ingin jadi super hero karena ingin menyelamat dunia dari kejahatan. Maka apresiasi terlebih dahulu keinginan mereka untuk menjadi super hero.

Karena hal tersebut merupakan bentuk dari respek orang dewasa terhadap mereka. Bukan sebaliknya melumpuhkan imajinasinya, dengan ucapkan kita yang mungkin meremehkan keinginan mereka.

Jika ditelisik seorang anak yang memiliki keinginan menjadi super hero hal tersebut merupakan cita-cita yang melampui batas realita.

Yang mungkin hanya ada di dunia fiksi. Yaitu menyelamatkan manusia dari kejahatan dengan kekuatan super heronya. Tapi dalam dunia nyata cita-cita tersebut dapat terwujud ketika logika dan imajinasi bersatu padu. Bahwa untuk menyelamatkan manusia, dengan menolong dan memberi bantuan itu pun sudah termasuk menyelamat manusia.

Bahkan ketika dalam kehidupan nyata dengan contoh mentaati rambu lalu lintas itu pun merupakan bagian dari menyelamatkan manusia. Karena jika melanggar peraturan lalu lintas bisa jadi kita akan membahayakan pengendara yang lain.

Jadi seorang anak yang ingin menjadi super hero tadi, sebenarnya mereka sudah memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas dalam kehidupannya. Contoh lain seorang anak yang bercita-cita ingin jadi pilot karena ingin melihat bintang.

Dalam tafsiran kita ada dua dunia disana pertama pilot dalam realita kedua melihat bintang di dunia imajinasi. Dengan imajinasi seperti itu secara tidak langsung seorang anak menuntun dirinya sendiri kemana ia akan pergi.

Lambat laun dengan berbagi pengalaman yang mereka miliki akan menemukan jati dirinya. Saat mereka bercita-cita menjadi pilot yang akhirnya membuat mereka belajar tentang dunia pernerbangan.

Maka disaat seperti itu sangat dibutuhkan dukungan orang tua untuk menentukan apakah mereka akan melanjutkan imajinasi mereka dalam dunia nyata atau sebaliknya, mengubur hidup-hidup imajinasinya.

Karena sejatinya sebagai orang tua kita adalah perantara bagai anak-anak untuk mewujudkan cita-cita mereka. Kita tidak akan dapat mengontrol mereka setiap detik ketika dewasa nanti.

Kita hanya dapat memberikan kepada mereka sebuah contoh yang baik yang membuat mereka ingin meniru dan mencontoh layaknya super hero tadi. Oleh sebab itu tidak salah jika dalam Islam menjadikan Nabi Muhammad SAW suri tauladan terbaik di dunia ini.

Oleh: Al Firdaus, Guru SD Tahfiz Jamal Rahma dan SD Islam Cikal Cendekia Tangerang.

Berita Terkait

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release
ZTE Tampilkan Integrasi AI dan Jaringan Telekomunikasi di Ajang GSMA M360 LATAM 2026, Dorong Transformasi Model Bisnis Masa Depan
Huawei Lansir Strategi “Grid-Interactive AIDC”, Bangun Masa Depan Industri
BLUETTI Gandeng UN-Habitat di Ajang WUF13, Dorong Urbanisasi Berkelanjutan dengan Energi Bersih
Growth Partner dan Docquity Luncurkan Program Umrah dengan Pendampingan Medis dan Dukungan Teknologi
XCMG Perluas Penerapan Solusi Logistik Cerdas, Wujudkan Bandara Global yang Lebih Efisien dan Rendah Emisi
Aitech Dapatkan Kontrak Senilai $63 Juta Untuk Solusi Komputasi Avionik Guna Mendukung Program Helikopter Tempur Ringan India
Cathay United Bank Jadi “Joint Lead Arranger” dalam Fasilitas Pembiayaan SMBC Aviation Capital Senilai US$3,7 Miliar
Haier Jadi Satu-satunya Merek Ekosistem IoT Dunia yang Tercantum dalam Daftar “Kantar BrandZ Top 100” Selama Delapan Tahun Berturut-turut

Berita Terkait

Rabu, 26 Maret 2025 - 09:54 WIB

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:11 WIB

ZTE Tampilkan Integrasi AI dan Jaringan Telekomunikasi di Ajang GSMA M360 LATAM 2026, Dorong Transformasi Model Bisnis Masa Depan

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:26 WIB

Huawei Lansir Strategi “Grid-Interactive AIDC”, Bangun Masa Depan Industri

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:11 WIB

BLUETTI Gandeng UN-Habitat di Ajang WUF13, Dorong Urbanisasi Berkelanjutan dengan Energi Bersih

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:53 WIB

Growth Partner dan Docquity Luncurkan Program Umrah dengan Pendampingan Medis dan Dukungan Teknologi

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:45 WIB

XCMG Perluas Penerapan Solusi Logistik Cerdas, Wujudkan Bandara Global yang Lebih Efisien dan Rendah Emisi

Berita Terbaru