Home / Tak Berkategori

Daya Tahan Tubuh yang Lemah Sangat Rawan Tertular Covid-19

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 6 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, Cut Putrie Arnie. (Foto : covid19.go.id)

Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, Cut Putrie Arnie. (Foto : covid19.go.id)

Femme.id, Jakarta – Tingginya kasus positif COVID-19 pada penderita Penyakit Tidak Menular (PTM), disebabkan oleh faktor lemahnya daya tahan tubuh penderitanya. Seperti yang diketahui bersama, daya tahan tubuh yang lemah dapat membuat seseorang mudah terpapar virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Direktur Pencegahan dan Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI Cut Putrie Arnie mengungkapkan
para penyandang PTM tersebut kemudian masuk dalam kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19.

“Menurut data dari PHEOC Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, itu kelompok yang masuk di situ. Kanker, penyakit paru kronik, menunjukan orang-orang kelompok penyakit tidak menular ini adalah orang yang rentan terinfeksi. Karena pasti yang orang dengan penyandang PTM kan kondisi (daya tahan tubuh) nya sudah tidak sama dengan orang normal, tetapi, bukan berarti mereka tidak akan bisa terhindar,” ungkap Cut Putrie saat dialog di Media Center Gugus Tugas Nasional, Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, Putrie Arnie mengatakan bahwa COVID-19 tentunya sangat mungkin dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

“Penyakit ini sangat mungkin dicegah dengan perubahan perilaku kita. Pertama pola makan, pola makan tentu saja harus mengikuti kaidah gizi seimbang, selanjutnya olahraga yang rutin,” lanjutnya.

Selama masa pandemi COVID-19, Cut Putrie Arnie juga menganjurkan agar seseorang yang memiliki PTM agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter, baik yang sudah sakit maupun yang masih merasa sehat. Sebab PTM ini sangat berpotensi menjadi penyakit penyerta atau komorbid dan dapat semakin buruk apabila penderitanya terinfeksi virus SARS-CoV-2.

“Untuk yang sudah penyandang PTM, itu harus sering. Minimal satu kali sebulan. Dan pada masa pandemi, untuk penyandang PTM mendapat fleksibilitas bahwa obat mereka diberikan untuk dua bulan, sehingga mengurangi mobilisasi mereka keluar dan yang penting minum obat secara teratur. Karena dari survei kita menunjukkan orang PTM itu 50% tidak patuh minum obat,” ujar Cut Putrie.

Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa bagi seseorang yang merasa sehat yang tidak punya keluhan belun tentu didalamnya sehat, perlu deteksi dini ke rumah sakit.

“Jadi untuk orang sehat yang merasa dirinya tidak punya keluhan tapi belum tentu tetap sehat, lakukanlah skrining minimal enam bulan sampai satu tahun sekali,” kata Cut Putrie.

Dalam hal ini beberapa tahapan yang harus diperiksa di antaranya adalah tekanan darah, gula darah, indeks berat badan dan indikator lainnya.

“Mengukur tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, lingkar perut yang paling gampang. Kalau laki-laki enggak boleh (lingkar perutnya) lebih dari sembilan puluh centi karena itu obesitas, perempuan jangan lebih dari delapan puluh centi,” tambahnya.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar menegaskan bagi yang penyandang penyakit tidak menular untuk rajin mengecek kesehatannya ke dokter agar mengetahui kondisi kesehatan pada dirinya.

“Yang paling penting adalah orang-orang yang punya penyakit tidak menular ini, yang diabetes, yang darah tinggi, yang sudah kena stroke, penyakit jantung. Jangan lupa, ini penyakit degenerative, penyakit yang harus dikontrol. Jangan lupa kontrol, jadi jangan takut ke rumah sakit,” tegasnya.

Kemudian ia mejelaskan, para penderita Komorbid untuk lebih berhati-hati agar tidak tertular COVID-19, dikarenakan lebih mudah terpapar COVID-19.

“Ketika pandemi ini, yang punya komorbid agar hati-hati, karena ketika menular ke mereka, itu lebih bisa mendapatkan penyakit yang lebih berat,” tutup Eka. (npb)

Berita Terkait

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release
The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler Diluncurkan Sebagai Nature Infused Wellness Sanctuary di Milan Design Week 2026
daydream Kumpulkan Dana Seri A Sebesar $15 Juta untuk Menciptakan Agen AI Terbaik di Dunia Bagi SEO
RAYAKAN 30 TAHUN KEMILAU IKONIK, HEARTS ON FIRE LUNCURKAN PROGRAM GLOBAL BARU, “WHAT’S YOUR SIGNATURE?”
Orange Lion Sports Hadirkan “Agent Era” di Industri Olahraga dengan Meluncurkan Asisten Operasional yang Didukung AI untuk Penyelenggaraan Turnamen Olahraga
Toshiba Mulai Mengirim Sampel Nearline Hard Disk SMR Berkapasitas 30-34 TB
TMGM Dukung Bantuan Kemanusiaan yang Disalurkan UNICEF Australia untuk Anak-Anak di Gaza
Xinhua Silk Road: Delegasi Teh Fu Xianyang Kunjungi Kedutaan Lima Negara di Beijing untuk Mempromosikan Budaya Teh Tiongkok
Xinhua Silk Road: Kompetisi Pengembangan dan Inovasi “Kota Pintar” Ditutup di Guangxi, Tiongkok Selatan, 252 Karya Raih Penghargaan

Berita Terkait

Rabu, 26 Maret 2025 - 09:54 WIB

Reputation Management dan Image Restoration (Pemulihan Citra) dengan Implementasi Publikasi Press Release

Jumat, 3 April 2026 - 05:13 WIB

The Flamingo Estate Bathhouse by Kohler Diluncurkan Sebagai Nature Infused Wellness Sanctuary di Milan Design Week 2026

Jumat, 3 April 2026 - 03:35 WIB

daydream Kumpulkan Dana Seri A Sebesar $15 Juta untuk Menciptakan Agen AI Terbaik di Dunia Bagi SEO

Kamis, 2 April 2026 - 15:49 WIB

RAYAKAN 30 TAHUN KEMILAU IKONIK, HEARTS ON FIRE LUNCURKAN PROGRAM GLOBAL BARU, “WHAT’S YOUR SIGNATURE?”

Kamis, 2 April 2026 - 08:23 WIB

Orange Lion Sports Hadirkan “Agent Era” di Industri Olahraga dengan Meluncurkan Asisten Operasional yang Didukung AI untuk Penyelenggaraan Turnamen Olahraga

Kamis, 2 April 2026 - 03:28 WIB

Toshiba Mulai Mengirim Sampel Nearline Hard Disk SMR Berkapasitas 30-34 TB

Berita Terbaru