Connect with us

Relationship

Ini Dia, Posisi Seks Paling Mak Nyus di Kamar Mandi

Published

on

Diskusikan posisi yang paling nyaman dengan pasangan

Femme.id, Jakarta, Kamar mandi bisa menjadi salah satu lokasi yang asyik untuk bercinta. Namun sebelum bercinta, Anda dan pasangan wajib memperhatikan posisi seks yang nyaman dilakukan.

Pertimbangan posisi seks yang nyaman ini agar Anda tidak jatuh karena lantai kamar mandi yang licin.

BACA : Begini, Agar Hubungan Seks Membara Meski Sedang Lelah.

Soapy slide

Sebagai pendukung sensasi, Anda bisa menerapkan posisi seks soapy slide dengan memainkan busa sabun. Biarkan pasangan menaruh busa sabun di tubuh.

Kunci dari posisi seks ini adalah membiarkan pasangan bebas menyentuh tubuh Anda. Rasa licin dari busa sabun bisa membuat Anda makin seksi dan bergairah.

BACA JUGA : Begini Caranya, agar Hubungan Seks Membara Meski Sedang Lelah

Plunger

Posisi plunger mirip dengan doggy. Namun, saat Anda melakukan posisi plunger, Anda berdiri di depan wastafel.

Pastikan Anda memakai pelumas agar lebih nyaman bercinta, dilansir dari Cosmopolitan, Sabtu (4/11/2017).

Artikel mengenai seputar kehidupan seksual, dapat diklik di sini.

Oral V

Anda bisa melakukan posisi seks secara oral. Ketika melakukan posisi seks ini, Anda bisa duduk di dekat wastafel. Kemudian biarkan pasangan menyentuh area sensitif Anda.

Agar lebih panas, Anda bisa menggunakan air sebagai mainan seks. Cara ini menambah sensasi dan cepat orgasme.

Selfie stick

Posisi seks ini menempatkan bokong bersandar pada wastafel. Melalui bersandar, Anda bisa menjaga keseimbangan dan pasangan bebas menyentuh Anda.

Porcelain goddess

Porcelain goddess ini mirip dengan cowgirl. Pada posisi ini, tangan pasangan bisa bebas merangsang area sensitif Anda. (epr/lip)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Relationship

Mengatasi Putus Cinta Menurut Sains

Published

on

Mengatasi putus cinta, orang-orang yang patah hati mengubah cara berpikir mereka dan ini membutuhkan waktu.

Femme.id, Jakarta – Suatu perpisahan bisa saja menghancurkan hati seseorang. Sebagian orang yang mengalaminya mengalami insomnia, pikiran terganggu dan bahkan sistem kekebalan tubuhnya menurun.

Bahkan, orang yang berpikiran positif dapat mengalami kesulitan menentukan cara terbaik untuk melanjutkan hidup mereka. Apa yang bisa dilakukan untuk bisa move on?

Melalui sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology: General, para peneliti menguji berbagai strategi kognitif dan menemukan cara terbaik untuk membantu orang mengatasi perpisahan.

Para peneliti mengumpulkan 24 orang yang patah hati, berusia 20-37 tahun yang telah menjalin hubungan selama rata-rata 2,5 tahun. Beberapa dari mereka dicampakkan, sementara yang lain tidak, tetapi semua kesal tentang hal itu — dan sebagian besar masih menyukai mantan mereka.

Dalam serangkaian petunjuk, mereka dilatih menggunakan tiga strategi kognitif yang dimaksudkan untuk membantu mereka melanjutkan hidup.

Strategi pertama adalah menilai kembali mantan mereka secara negatif. Para partisipan memikirkan aspek-aspek yang tidak menguntungkan dari kekasih mereka, seperti kebiasaan yang sangat menyebalkan. Dengan menyorot sifat-sifat negatif mantan, hati akan melunak.

Kedua, partisipan membaca dan meyakini pernyataan penerimaan, seperti “Tidak apa-apa untuk mencintai seseorang yang tidak bersama saya.”

Daripada bertarung dengan apa yang mereka rasakan, mereka diperintahkan untuk menerima perasaan cinta mereka tanpa penghakiman.

Strategi ketiga adalah mengalihkan perhatian: yakni dengan memikirkan hal-hal positif yang tidak terkait dengan mantan, seperti makanan favorit.

Hal ini dapat membantu seseorang mengatasi pikiran terus-menerus yang datang seiring putus cinta.

Selanjutnya, para peneliti menunjukkan kepada semua orang foto mantan mereka. Mereka lalu mengukur intensitas emosi partisipan dalam menanggapi foto menggunakan elektroda yang ditempatkan di bagian belakang kulit kepala.

Selain itu, para peneliti mengukur seberapa positif atau negatif perasaan yang dirasakan orang dan seberapa besar cinta mereka terhadap mantan menggunakan skala dan kuesioner.

Hasilnya

Menurut EEG, ketiga strategi tersebut secara signifikan mengurangi respons emosional orang-orang. Namun, hanya orang yang melihat mantan kekasih mereka dalam bentuk negatif memiliki penurunan perasaan cinta terhadap mantan mereka.

Tetapi mereka mengaku suasana hatinya lebih buruk daripada sebelumnya — menunjukkan bahwa pikiran negatif ini, meskipun membantu untuk move on, mungkin menyedihkan dalam jangka pendek.

Distraksi, di sisi lain, membuat orang merasa lebih baik tetapi tidak berpengaruh pada seberapa banyak mereka masih mencintai mantan pasangan mereka.

“Distraksi adalah bentuk penghindaran, yang telah terbukti mengurangi pemulihan dari putusnya hubungan. Jadi strategi itu digunakan untuk meningkatkan mood dalam jangka pendek,” kata Sandra Langeslag, direktur Neurocognition of Emotion dan Motivation Lab di University of Missouri – St. Louis.

Menurut peneliti, ketika cinta berbalas, seseorang dapat merasakan kegembiraan. Namun dalam kasus putus cinta berhubungan dengan kesedihan dan kesulitan memulihkan perasaan sendiri..

Untuk mengatasi putus cinta, orang-orang yang patah hati mengubah cara berpikir mereka dan ini membutuhkan waktu.

Untuk bisa move on, Anda mungkin harus mengatur perasaan cinta Anda secara teratur. Menulis daftar sebanyak mungkin hal negatif tentang mantan Anda seperti yang dapat Anda pikirkan sekali sehari sampai Anda merasa lebih baik mungkin efektif.

Meskipun cara ini cenderung membuat orang merasa lebih buruk, Langeslag mengatakan bahwa efeknya bisa hilang.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa penilaian kembali mantan secara negatif juga mengurangi “kegilaan” dan keterikatan pada mantan, sehingga akan membuat Anda merasa lebih baik dalam jangka panjang. Demikian seperti dilansir Time. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Relationship

Bercerai Bisa Kurangi Harapan Hidup

Published

on

Kepuasan hidup yang lebih rendah di antara orang yang bercerai bisa membuat mereka lebih rendah beraktivitas fisik.

Femme.id, Jakarta – Kepuasan hidup yang lebih rendah di antara orang yang bercerai bisa membuat mereka lebih rendah beraktivitas fisik dan meningkatkan kecenderungan merokok.

Dua hal inilah yang menjadi penyebab angka harapan hidup berkurang.

Akibat merokok, orang-orang memiliki fungsi paru-paru yang lebih buruk, yang memprediksi kematian dini, menurut sebuah studi dalam jurnal Annals of Behavioral Medicine.

Temuan ini berdasarkan dat studi kesehatan jangka panjang orang dewasa di atas usia 50 yang tinggal di Inggris. Penelitian ini mencakup tujuh gelombang data, yang dikumpulkan dari peserta setiap dua tahun dan dimulai pada tahun 2002.

Studi ini melibatkan 5786 peserta dan 926 orang dari jumlah itu telah bercerai, berpisah atau belum menikah kembali.

Para peserta melaporkan sendiri kepuasan hidup mereka, frekuensi olahraga dan status merokok. Fungsi paru-paru mereka dan tingkat peradangan juga diperiksa.

Setelah melacak kematian di antara para peserta selama penelitian, para peneliti menemukan bahwa mereka yang bercerai atau terpisah, 46 persen lebih besar berisiko kematian daripada rekan-rekan mereka yang masih menikah.

Peserta wanita yang bercerai atau terpisah memiliki kepuasan hidup lebih rendah daripada peserta yang sudah menikah.

“Meskipun penelitian ini tidak secara eksplisit memeriksa mengapa perceraian berhubungan dengan kemungkinan merokok yang lebih besar dan tingkat latihan fisik yang lebih rendah, satu penjelasan yang mungkin, didukung oleh penelitian yang ada, adalah bahwa individu yang diceraikan tidak lagi memiliki pasangan yang meminta bertanggung jawab atas perilaku kesehatan mereka,” kata Kyle Bourassa dari University of Arizona di Amerika Serikat.

“Dalam banyak hal, ketika hubungan berakhir, kita kehilangan kendali sosial yang penting dari perilaku kesehatan kita,” imbuh Bourassa.

Penting untuk dicatat bahwa perceraian tidak selalu mengarah pada hasil kesehatan yang negatif. Kualitas hidup, misalnya, dapat meningkat secara signifikan bagi individu yang telah mengakhiri hubungan tidak sehat. Demikian seperti dilansir Indian Express. (lws)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Relationship

Kiat Tingkatkan Kualitas Hubungan Asmara Menurut Ahli

Published

on

Meningkatkan kualitas hubungan bersama penting demi membuat ikatan hubungan semakin kuat.

Femme.id, Jakarta -Meningkatkan kualitas hubungan bersama penting demi membuat ikatan hubungan semakin kuat.

“Dalam social penetration theory terungkap bahwa walaupun hubungan seseorang berkembang menjadi lebih intim, namun akan tetap mengalami up and down, sehingga perlu bagi setiap pasangan untuk melakukan evaluasi hubungan percintaan mereka,” kata psikolog Elizabeth Santosa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/5/2018).

Dia pun membeberkan kiat yang bisa Anda lakukan untuk membuat hubungan percintaan menjadi lebih sehat dan berwarna, yakni:

1. Komunikasi dari hati ke hati

Ketika Anda belajar untuk berbicara dari hati ke hati dengan pasangan, Anda akan mengembangkan hubungan yang lebih dalam, serta membuat Anda dan pasangan saling mempercayai satu sama lain.

Berkomunikasi dari hati ke hati akan membuat percakapan terasa lebih menyenangkan, dan mengembangkan hubungan menjadi lebih baik dan dekat.

2. Jangan egois

Ada baiknya agar Anda berkomitmen untuk tidak menjadi pribadi yang egois dan memperbanyak usaha untuk lebih mengalah dengan pasangan. Mengurangi tuntutan kepada pasangan dan memberikan lebih banyak waktu untuk pasangan.

3. Empati

Hubungan yang berlandaskan empati saling mengerti dan memahami pasangan, memiliki berbagai manfaat antara lain dapat menjembatani perbedaan sehingga mengurangi terjadinya pertikaian dengan pasangan.

Lalu, dapat memberikan perhatian pasangan secara lebih, membawa aura positif kepada hidup Anda dan pasangan, serta melatih jiwa kesabaran Anda.

4. Jaga pola makan

Kualitas cinta Anda tidak akan tercapai apabila Anda tidak memenuhi pola hidup mendasar, yaitu menjaga pola makan secara teratur.

Untuk urusan percintaan, Anda bisa memperbanyak konsumsi afrodisiak, seperti buah anggur atau strawberry. Afrodisiak dapat membangkitkan gairah, sehingga akan membuat kehidupan percintaan Anda semakin bergairah.

5. Tubuh dan pikiran sehat

Memiliki tubuh dan pikiran yang sehat adalah salah satu hal yang akan menunjang kualitas hubungan Anda. Jadi, tidak ada salahnya untuk sesekali mengajak pasangan melakukan olah raga bersama misalnya seperti tenis/squash atau yoga untuk meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan.

6. Kualitas hubungan seksual

Ketika berbicara tentang relationship, kualitas hubungan seksual menjadi salah satu kunci utama. Cobalah membuat momen intimasi Anda. (ant)


Untuk kerjasama publikasi, dan media partner, hubungi Whatsapp : 0878-15557788, 0819-5557788. Email : redaksifemme@gmail.com, redaksi@femme.id.

Continue Reading

Trending

Redaksi Femme.id menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus),
publikasi Press Release, dan dukungan Media Partner, serta kerjasama bisnis lainnya. Redaksi Femme.id juga menerima sumbangan artikel/tulisan dari para penggiat citizen journalist, dan dari pembaca.

Kontak Email :
redaksi@femme.id

WhatsApp / SMS Center :
0878-15557788, 0819-15557788

© Femme.id termasuk salah satu anggota jaringan media siber Femme Entertainment Media (FEM) Group.